~oToMoTiF…~

Persaingan Motor Marak Sejak 1960-an 

JALANAN di kota-kota besar Indonesia kini penuh sesak dengan sepeda motor. Keberadaaan kendaraan roda dua ini sangat menunjang kegiatan masyarakat, yang memang membutuhkan sarana transportasi yang cepat dengan harga terjangkau. Tidak pelak lagi persaingan antara pabrikan pun terjadi di pasar yang didominasi merek Jepang. Sebenarnya persaingan ini sudah terjadi sejak tahun 1960-an, seiring dengan merambahnya pabrikan otomotif Jepang ke pasar Asia dan dunia.Kedatangan sepeda motor buatan Jepang di awal tahun ’60-an ke berbagai pasar di dunia, termasuk Indonesia merupakan awal dari serbuan pabrikan Jepang untuk memenuhi keperluan transportasi kendaraan bermotor roda dua di berbagai belahan bumi. Kini motor buatan Jepang bukan hanya mendominasi di arena lomba Grand Prix motor kelas paling bergengsi MotoGP saja, tetapi juga sebagai penguasa pasar motor dunia.

Sekira 75% pasar motor dunia kini dikuasai merek buatan Jepang yaitu Honda, Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki. Sementara pabrikan dari Eropa, baik Italia maupun Jerman hanya mampu bersaing pada tipe motor tertentu saja. Bahkan untuk pasar Asia, pabrikan Eropa sama sekali tidak mampu bersaing di kelas mesin berkapasitas 250 cc ke bawah, khususnya jenis cub yang memang di populerkan pabrikan Jepang.

Dahulu sekira tahun 1960-an motor Jepang masuk ke Indonesia dengan cara diimpor langsung dari negara asalnya. Ketika itu pabrik perakitan motor hanya ada di Jepang, tidak seperti sekarang sudah dirakit di dalam negeri dengan jumlah yang besar. Impor dilakukan oleh beberapa perusahaan dagang yang bergerak di bidang otomotif.

Honda menjadi motor Jepang pertama yang masuk ke Indonesia. Itu terjadi sekira akhir tahun 1961 melalui dealernya Setia Budi Motor. Adapun jenis pertama yang diimpor adalah dari sport C110 (50 cc) dan cub (bebek) C50 (50 cc) bermesin 4 tak. Setelah Honda, menyusul masuk Suzuki, Yamaha, Kawasaki, dan Tohatsu, dengan jenis model yang tak jauh berbeda yaitu sport dan bebek dengan kapasitas 50 cc bermesin 2-tak.

Masyarakat Indonesia pun mulai mengenal motor-motor Jepang yang mungil dengan tampilan modern untuk zamannya. Guna menekan harga, Jepang memang memakai plastik untuk bagian komponen frame-nya seperti sepatbor depan, dan tutup lampu depan. Tidak heran masyarakat pun sempat meragukan kualitas motor Jepang itu. Hal ini karena konsumen di Indonesia sudah terbiasa dengan motor buatan Eropa seperti BMW, DKW, Zundap, Vespa, dan Ducati (50 cc) yang bahan sasisnya terbuat dari pelat baja.

Berbeda dengan kondisi saat ini, masyarakat justru menggemari motor bebek. Lain lagi pada tahun ’60-an, sepeda motor sport lebih diminati.

Pasalnya pada waktu itu pengguna sepeda motor di Indonesia kebanyakan adalah kaum pria. Kedatangan motor Jepang ini, meski diragukan konsumen, dari sisi desain dan model terbilang maju.

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: